DINAS Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Barito Timur (Bartim) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2016 mencapai Rp50 miliar.


Untuk mencapai angka itu akan diupayakan pendapatan dari sektor yang selama ini belum tergarap, seperti pajak sarang burung walet.


“Kita coba lebih maksimalkan PAD melalui sumber baru, selain sumber yang telah ada. Misalkan sarang burung walet yang hingga kini belum tergarap,” kata Kepala Dispenda Bartim Nanprasito, Rabu (19/1/2016).


Target Rp50 miliar itu meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni Rp31 miliar atau bertambah Rp19 miliar.


Nanprasito menambahkan, peningkatan target PAD tak lepas dari prestasi dari tahun sebelumnya, yang mampu melampaui dari yang direncanakan.

“Makanya, kami akan berupaya menggali potensi baru,”ujar Nanprasito.

Perda walet


Saat ini, imbuh dia, pera­turan daerah (Perda) yang mengatur tentang pemba­ngunan sarang burung walet telah ada. Dan saat ini peraturan bupati yang me­ngaturnya secara spesifik tentang budidaya dan retribusi walet masih digodok.


“Jika semua produk hukum­nya sudah siap, kita akan mulai melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, terutama asosiasi sarang burung walet,” paparnya.


Ia berharap, dengan akan diberlakukannya Perda itu nanti PAD akan meningkat.  


Terlebih, bangunan sarang burung walet saat ini semakin hari semakin banyak.


“ Saat ini bangunan sarang burung walet menjadi tren dimasyarakat, dan bangunannya semakin hari semakin banyak, tentunya kondisi ini salah satu peluang untuk bisa memberi nilai yang cukup tinggi bagi pendapatan asli daerah Kabupaten Bartim,” demikian pungkas Nanprasito kepada Amar Iswani. (AI/B-5)