BELUM genap satu bulan bebas padam listrik, kini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Rayon Pangkalan Bun kembali defisit daya.

Bahkan, pada Rabu (20/1/2016) siang terjadi pemadaman listrik total akibat operasi produksi daya listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai bermasalah. Sehingga memengaruhi operasional pembangkit-pembangkit listrik lain secara paralel.


Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto mengungkapkan, saat ini daya mampu PLN diperkirakan hanya sekitar 26 mW saja.

Padahal sebelumnya mampu mencapai sekitar 30 mW. Dengan kondisi demikian, pihaknya terpaksa kembali menerapkan pemadaman listrik secara bergilir.

“Sekarang sudah defisit. Beban puncak terakhir sebesar 26,4 mW dan defisit daya sektiar 4 mW. Pemadaman listrik sudah berjalan, hanya pelanggan yang besar,” kata Purwanto, Rabu (20/1/2016).


Berdasarkan laporan yang masuk, lanjut Purwanto, PLTU PT EEI hanya bisa beroperasi produksi dengan satu unit turbin pembangkit saja. Lantaran, satu unit pembangkit di PLTU tersebut rusak. “Sedangkan yang satu unit lagi juga sering mati sendiri,” kata Purwanto.


Selain permasalahan di PLTU PT EEI Kumai, masalah operasional produksi listrik juga terjadi di PLTU PT Korintiga Hutani (KTH). Operasional pembangkit di PT KTH sebesar 4 mW tersebut juga mengalami gangguan dan kerap mati secara mendadak.

Kondisi dan persoalan di dua pembangkit ini sudah dilaporkan kepada PLN Area Palangka Raya. “KTH saat ini operasinya menggunakan cangkang sawit.

Bukan kayu. Karena izin HTI-nya (Hutan Tanaman Industri) dibekukan. Ini juga berpengaruh di sistem operasinya yang juga sering mati mendadak.”
(RD/B-2)