PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamandau di tahun 2016 kembali melanjutkan pembangunan kontruksi Pasar Induk Nanga Bulik, di Jalan Sudiro.


Seperti diketahui, pembangunan pasar induk ini merupakan proyek prestisius yang masuk pada program pembangunan skala prioritas pemerintah daerah setempat.


Meskipun tidak sekaligus, pembangunan pasar yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir ini selalu mendapat kucuran dana cukup besar.


Di tahun 2015 lalu, proyek kontruksi bangunan pasar induk Nanga Bulik itu dikucuri anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp4,7 miliar


“Untuk tahun ini kita kembali melanjutkan pembangunannya. Pagu yang telah disediakan dalam APBD murni sebesar kurang lebih Rp5 miliar,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Lamandau, Andi Hutu, Rabu (20/1).


Andi Hutu tidak menjelaskan dengan rincian dari rencana pembangunan yang akan dilanjutkan di tahun ini dengan dalih tidak ingat.
Tetapi, kata dia, yang jelas masih melanjutkan pembangunan kontruksi gedung seperti 2015 lalu.

Tunggu BPKP


Disinggung perihal pembangunan Pasar Tradisional di Jalan Ahmad Yani (eksJalan Trans Lokal) yang dilaksanakan tahun 2015 lalu dengan pagu anggaran kurang lebih Rp1,6 milyar. Andi Hutu mengakui pasar yang pengelolaannya nanti diserahkan kepada pihak kelurahan Nanga Bulik tersebut hingga saat ini masih belum diserahterimakan.


Penyebabnya, belum dilakukan pemeriksaan pengerjaan proyeknya dari auditor BPKP kepada rekanan.


“Untuk yang pasar itu hingga sekarang masih menunggu pemeriksaan BPKP. Jika tidak ada kendala, di bulan Februari kita rencanakan segera diserahterimakan kepada Kelurahan Nanga Bulik selaku pengelola,” sebutnya.


Meski demikian, secara pasti Andi Hutu menegaskan bahwa pasar tradisional tersebut akan beroperasi di tahun ini.


“Kalau semuanya selesai pasti langsung sudah bisa beroperasi,” tandasnya.
(B-11)