HUJAN yang masih mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat banjir di jalan penghubung Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam)-Pangkalan Bun tidak kunjung surut.
Akibatnya, arus transportasi pun lumpuh. Pasalnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintasi banjir yang kedalamnya lebih dari 0,5 meter.
Sebagai solusi, sebagian angkutan penumpang di Kota Sukamara beralih menggunakan jalur melalui Kabupaten Lamandau untuk bisa sampai ke Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hal itu diamini oleh Rahman, sopir angkutan darat jurusan Sukamara–Pangkalan Bun.
Ia mengatakan, sejak beberapa hari terakhir mayoritas mobil angkutan penumpang lebih memilih lewat Kabupaten Lamandau ketimbang Kolam.
Hal itu disebabkan mobil tidak bisa melintasi genangan air di jalur penghubung Kolam–Pangkalan Bun.
“Kalau banjirnya sudah tinggi, kendaraan tidak bisa melintas dan angkutan akan dialihkan melewati Lamandau,” kata Rahman.
Meski jarak tempuh melewati Lamandau lebih jauh ketimbang melalui Kolam, pengusaha jasa angkutan tidak menaikan tarif.
Kebijakan itu diambil lantaran pemindahan jalur hanya bersifat sementara. Bila banjir sudah surut, aktivitas transportasi akan kembali normal seperti semula.
“Kami tidak menaikan tarif angkutan mengingat pemindahan jalur tersebut hanya bersifat sementara. Bila banjir sudah surut dan jalan sudah bisa dilewati, angkutan akan kembali melaui jalur Kotawaringin Lama.”
“Mudah-mudahan banjir cepat surut sehingga jalur Kolam kembali normal,” harap Rahman. (Fah/B-3)


