PEMERINTAH terus menggalakan program konversi minyak tanah ke gas elpiji.
Untuk menyukseskan program itu, pemerintah bahkan menyalurkan bantuan gas elpiji 3 kilogram secara gratis lengkap dengan kompor gasnya.
Namun, untuk Kabupaten Sukamara, program tersebut ternyata tidak diiringi dengan ketersediaan agen elpiji. Akibatnya, masyarakat kebingungan mengisi ulang tabung gas bantuan yang mereka terima.
Ketiadaan agen gas elpiji di Bumi Gawi Barinjam diakui Kepala Bidang Pertambangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Sukamara Antin Hastuti.
Saat ditemui di kantornya, Rabu (20/1/2016), Antin mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya belum pernah menerima laporan mengenai keberadaan agen isi ulang tabung gas 3 kilogram.
“Sepengetahun kami hingga saat ini memang belum adanya agen isi ulang tabung gas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukamara,” katanya.
Seharusnya, sambung dia, program konversi minyak tanah ke gas elpiji dibarengi dengan pengalihan fungsi agen minyak tanah menjadi agen gas elpiji. Supaya masyarakat tidak kesulitan mencari lokasi isi ulang.
Tidak seperti saat ini, masyarakat penerima tabung gas 3 kilogram selalu mengeluhkan sulitnya mencari agen isi ulang. Akibatnya sebagian besar dari mereka kembali menggunakan kompor minyak tanah.
Seperti yang diakui Yana, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara.
Perempuan yang telah berstatus ibu rumah tangga itu mengaku, kembali menggunakan kompor minyak tanah lantaran kesulitan mengisi ulang tabung gas elpiji bantuan pemerintah. Hal itu disebabkan ketiadaan agen gas elpiji di Sukamara.(B-3)


