BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masih minimnya sarana dan prasarana pendidikan di Kecamatan Arut Utara dinilai sebagai bukti bahwa keberadaan perusahaan di sekitar wilayah tersebut kurang berkontribusi terhadap masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat harus mengambil langkah tegas.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar, Rizky Aditya Putra. Menurutnya, pemerintah daerah harus melakukan evaluasi keberadaan perusahaan yang ada di wilayah Arut Utara.
"Kita ketahui bersama, bahwa Kecamatan Arut Utara itu banyak berdiri perusahaan besar, apakah meraka (perusahan) tutup mata alias tidak melihat keberadaan kondisi fasilitas umum yang ada di sekitar wilayah itu. Jadi, jangan hanya mengeruk keuntungan saja, tapi minim kepedulian terhadap masyarakat setempat," kata Rizky Aditya Putra dari Fraksi Partai Gerindra, belum lama ini.
Ketua DPC Partai Gerinda Kobar ini sangat miris melihat kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SDN 1 Riam Kecamatan Arut Utara. Sebab kursi, meja, lemari dan papan tulis pada rusak dan tidak layak di gunakan.
Mirisnya lagi, SDN 1 Riam itu sudah lama berdiri dan sekitar itu ada perusahaan raksasa, baik yang bergerak di kebun sawit, perusahaan pengelolaan hutan tanam rakyat, bahkan ada perusahaan tambang.
--page
"Pada kemana mereka (perusahan) dan dimana kepedulian meraka terhadap dunia pendidikan. Jangan hanya mengeruk sumber daya alam yang ada di Arut Utara saja. Perusahaan harus memperhatikan juga pembangunan di sekitar Arut Utara. Apalagi ini pendidikan, perusahaan pun berkewajiban untuk andil dalam kemajuan dunia pendidikan dan yang lainnya, seperti kesehatan maupun infrastruktur," ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah Kobar pun harus segera lakukan evaluasi terhadap perusahaan yang ada di Arut Utara, terutama dalam hal pengucuran dana CSR (Corporate Social Responsibility), karena hal itu kewajiban bagi perusahaan dan sudah di atur dalam undang-undang.
"Ketidak pedulian pihak perusahaan terhadap lingkungan di sekitar begitu nampak dengan jelas. Sumber daya alam di Arut Utara sangat melimpah ruah tetapi kenapa di sana pembangunannya sangat lambat. Bahkan tertinggal dari Kecamatan lainnya yang ada di Kobar ini. Ini harus jadi perhatian bersama," pungkasnya. (DANANG/B-7)









