AKIBAT hujan deras yang terjadi dalam tiga hari terakhir, membuat Sungai Sepihan Kecil, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur (Kotim) meluap, hingga menggenangi jalan dan ratusan rumah di lima RT.
Lima RT yang terkena dampak luapan sungai tersbeut yakni RT 22, RT 23, RT 24, Kelurahan Basirih Hilir dan RT15, dan RT 16 Kelurahan Samuda Kota.
Hingga saat ini air sungai tersebut memang belum masuk ke dalam rumah warga, namun kalau hujan kembali turun, bukan tidak mungkin air akan tinggi. Untuk saat ini tinggi air sudah sekitar 50 centi meter.
“Sudah satu pekan air tersebut menggenangi daerah kami, dan tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah daerah,” ujar Ubaidillah, salah seorang warga RT 23, Rabu (20/1/2016). Dikatakan Ubai, banjir di lima RT tersebut karena air hujan yang deras tidak bisa mengalir di sungai dengan lancar.
Hal itu diakibatkan sudah beberapa bulan ini Sungai Sepihan Kecil tersumbat akibat tumbuhnya puluhan pohon rumbia, dan sejumlah lahan warga yang tidak mau dikeruk. Sehingga lebar sungai yang mencapai empat meter lebih, hanya tertingal 50 centi meter saja.
“Yang sering di keruk hanya sungai di daerah atas saja, sedangkan daerah menuju laut tidak pernah sama sekali, sehingga air dari darat tidak lancar mengalir dan membuat luapan yang membanjir rumah warga,” lanjut Ubai.
Setiap tahun banjir
Fahrul warga lainnya mengatakan, setiap tahun saat musim penghujan maka lima RT di daerahnya terendam banjir. Bahkan banjir bisa lebih tinggi dan masuk ke rumah.
“Pemkab hanya diam, pengerukan sungai di bagian bawah tidak pernah dilakukan, sehingga itu membuatnya meluap dan desa kami yang menerima dampaknya.
Hingga saat ini, baik itu Ubai maupun Fahrul hanya berharap agar tindakan dari pemkab untuk membersihkan sungai tersebut. Sehingga tidak ada lagi bencana banjir atau luapan sungai yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
(MH/B-7)


