BORNEONEWS, Sukamara - Prevalensi stunting Kabupaten Sukamara mengalami penurunan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting berada diangka 9,5 persen.
"Angka stuntung kita untuk sampai Agustus berdasarkan EPPGBM berada di prevalensi 9,5 persen. Tetapikan tidak bisa kita nilai sampai akhir tahun, ini bisa saja turun naik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Ari Junita, Selasa 23 Agustus 2022.
Targetnya angka stunting di Kabupaten Sukamara terus menurun, sehingga pihaknya melakukan pemantauan dan validasi data terhadap anak-anak yang terdata stunting.
"Makannya kita vasilitasi data stantung, kembali kita audit, kita validasi, kita cek lagi, memang betul stunting atau tidak, atau sudah mengalami perbaikan," ujarnya.
Dari hasil validasi yang pihaknya lakukan, dan memang mengalami pengurangan untuk angka stunting, hak tersebut disebabkan karena sudah adanya perbaikan gizi atau usianya juga sudah lewat.
"Jadi salah satu upaya yang kita lakukan sesuai dengan tugas kita, contohnya seperti pemberian tablet tambah darah, PMT lokal dan lainnya," tukasnya. (NORHASANAH/B-11)









