JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membantu pemenuhan kebutuhan tenaga medis rumah sakit melalui program bantuan tugas belajar bidang kesehatan.

"Misalnya di Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus saat ini kekurangan dokter sub-spesialis tulang belakang, maka program bantuan belajar akan diprioritaskan untuk itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, Rabu 24 Agustus 2022.

"Dalam pemberian bantuan belajar ini diatur spesialis yang dibiayai hanya yang dibutuhkan. Kita ini sementara prioritasnya adalah memenuhi kebutuhan rumah sakit provinsi berdasarkan kelasnya," ia menambahkan.

Ia mengatakan prioritas program bantuan tugas belajar di bidang kesehatan untuk sementara disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit provinsi, yakni RSUD Doris Sylvanus, Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei, serta rumah sakit yang sedang dibangun di wilayah Hanau.

Suyuti mencontohkan, RSUD Doris Sylvanus saat ini membutuhkan lebih banyak dokter sub-spesialis dan rumah sakit yang sedang dibangun di Hanau membutuhkan dokter-dokter spesialis.

"Kalau di Hanau, (dibutuhkan dokter spesialis) penyakit dalam, anak, bedah, anestesi, dan lainnya," katanya. "Melalui program bantuan tugas belajar ini pemprov berupaya memenuhi kebutuhan secara menyeluruh," ia menambahkan.

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan anggaran program bantuan tugas belajar tahun 2022 untuk 11 dokter spesialis, 12 dokter sub-spesialis, dan 11 perawat spesialis.

--page

Program bantuan tugas belajar merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan (SDMK) sekaligus memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan perawat spesialis di rumah sakit rujukan provinsi maupun rujukan regional.
 
"SDMK merupakan komponen penting dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan karena menjadi pelaku utama, yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan tersebut," katanya.

ANTARA