PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menekankan pentingnya mendorong industri sawit kearah sawit berkelanjutan.

"Sustainablity atau berkelanjutan saat ini sudah merupakan tuntutan termasuk sektor kelapa sawit," kata Eddy Martono dalam pertemuan Borneo Forum ke V di Swiss-bell Hotel Danum, Rabu 24 Agustus 2022.

Menurutnya industri sawit mmiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Sawit menjadi tumpuan sumber pendapatan sebanyak 17 juta orang Indonesia baik petani maupun karyawan perusahaan dari hulu sampai hilir.

Selain itu sektor sawit juga menjadi sumber pendapatan devisa ekspor. Ia mencatat devisa sawit pada 2021 mencapai USD35.53 miliar atau sekitar Rp515 triliun yang menjadikan neraca perdagangan Indonesia surplus USD33,8 miliar.

"Ekspor kelapa sawit Indonesia ditujukan untuk 125 negara dan telah digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk pangan energi maupun aneka industri hilir lainnya," sebut dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto. Menurutnya kontribusi sawit perlu didorong dengan sustainability.

--page

Tujuannya agar lingkungan dan masyarakat Indonesia bisa mendorong industri sawit ramah lingkungan sejalan dengan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan.

"Pemerintah terus mendorong salah satunya adalah dengan Sertifikasi Indonesia Sustainable Oil dan rencana kelapa sawit berkelanjutan 2019-2024," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)