KEPALA Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng Syahril Tarigan menyebut pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Blok Bangkanai, Barito Utara, mengalami kemajuan.
Informasi dari PLN bahwa 40 SUTT sempat tidak bisa dibangun karena masalah pembebasan lahan mulai teratasi dan sekarang ini hanya tersisa 11 yang semuanya berada di Barito Selatan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat 11 SUTT tersebut dapat dibangun, sehingga listrik yang sudah terbangkitkan di PLTMG Bangkanai dapat tersalurkan, setidaknya di Kabupaten Barito Utara, Murung Raya, Barito Timur dan Barito Selatan,” kata Syahril, Kamis (21/1/2016).
Dia mengklaim, pada dasarnya surplus atau kelebihan daya listrik, namun PLN sekarang ini hanya melayani pemasangan listrik baru bagi pelanggan pengguna siang hari dan menolak pengguna malam hari.
Apabila pemasangan baru dilakukan PLN bagi pelanggan pengguna malam hari, maka diprediksi akan mengakibatkan kekurangan daya listrik saat beban puncak dan menambah pemadaman bergilir, sehingga untuk sementara hanya menerima pemasangan bagi pengguna siang hari atau pelaku bisnis.
Pembangunan PLTMG di Bangkanai itu operatornya berasal dari Ophir Indonesia Bangkanai Ltd sekaligus pemegang hak partisipasi terbesar di Desa Karendan Kecamatan Lahei.
Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby mengakui pembangunan SUTT penyalur listrik dari PLTMG masih mengalami sedikit hambatan terkait pembebasan tanah dan ganti rugi tanam tumbuh untuk lokasi tapak tower dan jalur kabel transmisi 150 kilovolt.
(ANT/B-5)


