BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya menyajikan pementasan seni dan budaya kepada peserta Union Cycliste Internationale Mountain Bike (UCI MTB) Eliminator World Cup Seri Ke-8 Tahun 2022 yang digelar 28 Agustus 2022 di daerah itu.
"Pergelaran seni budaya ini dilaksanakan selama empat hari pada 26-29 Agustus. Lokasinya di Taman Pasuk Kameloh dan Taman Lewu Sangomang," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, Kamis 25 Agustus 2022.
Dia menerangkan sajian seni dan budaya itu bertema tentang Suku Dayak, terutama yang berasal dari Kota Palangka Raya.
Pada pergelaran yang dilaksanakan malam hari itu, pihaknya menggandeng pelaku seni budaya, termasuk dari sanggar seni-budaya di bawah binaan Dewan Kesenian Daerah Kota Palangka Raya.
"Pada pergelaran seni budaya ini kita fokus menampilkan tarian, musik etnik karungut dan sebagainya, yang fokus pada keunikan dan kekhasan seni serta budaya Palangka Raya," kata Iin.
Dipilihnya dua lokasi sebagai pusat pergelaran seni budaya karena Taman Pasuk Kameloh dan Taman Lewu Sangomang merupakan pusat kegiatan masyarakat
Selain itu, keduanya tempat tujuan utama wisatawan berkunjung ke Kota Palangka Raya. Taman Pasuk Kameloh salah satu taman kota di bantaran Sungai Kahayan bersebelahan dengan Monumen Tugu Soekarno, sedangkan Taman Lewu Sangomang kawasan wisata malam yang menyajikan aneka kuliner.
Panitia UCI MTB juga menyiapkan acara serupa yang berpusat di Stadion Tuah Pahoe selaku pusat kegiatan lomba balap sepeda gunung internasional itu.
--page
"Sehingga, para peserta UCI MTB memiliki alternatif untuk menikmati pertunjukan seni dan budaya di Kota Palangka Raya," katanya.
Melalui pergelaran seni budaya, pihaknya ingin memperkenalkan keindahan dan keunikan Kota Palangka Raya terhadap peserta UCI MTB yang datang dari berbagai negara.
"Harapannya, mereka menceritakan pengalaman indahnya sehingga mereka akan kembali lagi berkunjung di Palangka Raya," katanya.
Pihaknya juga memberitahu pihak pengelola hotel di daerah setempat terkait dengan dukungan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
"Untuk memaksimalkan itu, kami juga telah menyurati pengelola hotel untuk terlibat seperti dengan menggunakan pakaian adat atau batik Palangka Raya, menyediakan makanan dan minuman khas, menampilkan karungut dan memutar musik etnik serta memajang pernik khas Dayak selama UCI MTB berlangsung," katanya.
ANTARA









