PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Barito Timur (Bartim) mengalokasikan anggaran senilai Rp66 miliar untuk anggaran Dana Desa (DD). Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada dalam nominal Rp44 miliar.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bartim Mahudi Sdalib, kenaikan tersebut dikarenakan adanya peningkatan kuantitas APBD Bartim di tahun ini.
Upaya ini, sambungnya, diharapkan menjadi pendukung bagi desa untuk memajukan dan memandirikan wilayahnya melalui penguatan program pemberdayaan ataupun pembangunan.
“Meski Bartim memiliki 101 desa di sepuluh kecamatan. Namun pengalokasian dana akan dibagikan kepada seratus desa saja. Satu desa yang tidak masuk adalah Desa Dambung dengan alasan saat ini kawasan tersebut tengah berpolemik terkait kejelasan status kewilayahannya,” kata Mahudi, Kamis (21/1/2016).
Mahudi menjelaskan, dana desa berkontribusi positif bagi pembangunan desa. Dana dimaksud digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan serta pemberdayaan masyarakat.
Pembagian dana bagi seratus desa tidaklah sama antara satu dengan lainnya, melainkan disesuaikan sejumlah indikator kinerja dan geografis yangdiperkuat dengan data statistik.
Untuk wilayah yang dinilai memiliki akses sulit dijangkau, sambung Mahudi, pengalokasian DD akan digelontorkan lebih besar. Contohnya adalah Desa Muara Plantau, kawasan tersebut diberikan dana lebih besar dengan pertimbangan merupakan wilayah terpencil yang memerlukan biaya lebih tinggi dari sisi transportasi.
Pihaknya berharap pemanfaatan dana tersebut mampu mendukung kemajuan desa, membuka keterisolasian serta menumbuhkan geliat berusaha masyarakat di dalamnya. (Tbs/B-5)


