APARAT Polsek Pangkalan Banteng bersama Pemerintah Desa Karang Mulya memeriksa sekitar enam lokasi kos-kosan beserta seluruh penghuninya. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mengetahui keberadaan anggota Gafatar di wilayah Desa Karang Mulya.
“Hari ini kami bersama dengan kepala desa Karang Mulya dan Kamtibmas memeriksa pendatang baru penghuni kos-kosan, barangkali ada anggota Gafatar yang kita temukan nanti akan kami tertibkan,” ungkap Kapolsek Pangkalan Banteng, Ipda Imam Sahrofi kepada Borneonews di Desa Karang Mulya, Kamis (21/1/2016).
Namun dari hasil penelusuran tersebut, tidak ada satu penghuni pun yang diduga terlibat anggota aliran sesat itu. Hanya saja, terdapat beberapa penghuni yang belum melapor ke ketua RT setempat.
“Penertiban belum kami lakukan ke seluruh kosan, mengingat tempat kos di desa Karang Mulya ini paling banyak di antara desa yang ada di Pangkalan Banteng,” jelasnya.
Ipda Imam Sahrofi masih menunggu koordinasi dari pihak Desa Karang Mulya untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap seluruh tempat kosan di Karang Mulya. Diakuinya, penertiban yang dilakukan sejak 08.00 WIB hingga siang hari itu kurang efektif, sebab banyak penghuni kosan yang masih beraktivitas di luar rumah. Rencananya, pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat di malam hari.
Polsek Pangkalan Banteng sendiri pekan ini mulai gencar melakukan penertiban di tempat-tempat yang rawan tindak kejahatan dan keresahan.
Terlebih, sejak mencuatnya kasus teroris dan aliran sesat muncul di beberapa daerah. Kabupaten Kobar sendiri khususnya Pangkalan Bun dan Pangkalan Banteng sempat menjadi lokasi pelarian salah satu anggota Gafatar yakni dr Rica. (CP/B-2)


