BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kasi Bimas Islam Kemenag Kapuas Hasbullah melakukan monitoring evaluasi atau monev Penerimaan Negara Bukan Pajak atas Biaya Nikah dan Rujuk atau PNBP di KUA Kecamatan Tamban Catur.
"Sudah kita kunjungi KUA Kecamatan Kapuas Hilir, lanjut Tamban Catur dan yang terakhir di KUA Kecamatan Kapuas Kuala," katanya, Jumat, 26 Agustus 2022.
Monev PNBP NR ini, lanjut dia, sudah menjadi program Bimas Islam. Selain meonev, juga sekalian melakukan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Islam PNS maupun Non PNS.
Dalam pembinaannya, ia berpesan agar KUA kecamatan dan jajarannya selalu bersinergi dengan pemerintah kecamatan, menjaga nama baik instansi Kementerian Agama serta melayani dengan ihklas kepada masyarakat.
“Apalagi ini mendekati musim politik ASN dan Penyuluh Agama Islam Non PNS diimbau bersikap netral dengan tetap menjaga sinergitas dengan pemerintah kecamatan menjaga kekompakkan dalam melaksanakan tugas serta saling berkoordinasi," ucapnya.
“Satu lagi saya ucapkan terima kasih atas kinerja KUA kecamatan dan jajarannya yang sudah menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam melayani umat, masyarakat di Kecamatan, khusunya di Kecamatan Tamban Catur ini," lanjut dia.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Tamban Catur, Herry Mulyadi mengucapkan terima kasih sudah mengagendakan kunjungan monev ke KUA Kecamatan Tamban Catur. "Ada beberapa hal yang dapat kami sampaikan di antaranya PNBP NR pada KUA Kecamatan Tamban Catur dilaksanakan dengan baik," katanya.
Juga, lanjut dia, dibuatkan laporannya oleh staf dan selalu dilaporkan setiap bulan ke seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kapuas dan untuk para penyuluh Agama Islam Non PNS selalu aktif melaksanakan tugas, serta selalu berkoordinasi dalam pembinaan di lapangan dan membantu pelaksanaan kegiatan pada KUA Kecamatan Tamban Catur.
“Alhamdulillah pada KUA Kecamatan Tamban Catur ini baik itu staf, penyuluh maupun pramubakti semua saling berkoordinasi dalam melaksanakan tugasnya. Ini berkat arahan Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas," tuturnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









