PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng, Sri Suwanto mengingatkan sasaran target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Ia mengatakan target yang perlu dicapai adalah tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada 2030.

“Sasaran tersebut merupakan sasaran secara nasional dan seperti yang kita ketahui bahwa Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan porsi yang sangat signifikan,” tuturnya saat di halaman GOR Indoor Area Sirkuit UCI MTB Eliminator World Cup 2022.

Sri menyampaikan Kalteng berperan besar untuk keberhasilan pencapaian sasaran tersebut karena keberadaan kawasan hutan dan keberadaan lahan gambut.

Kalimantan Tengah memiliki luas kawasan hutan seluas 11,93 juta hektare atau 77,61 persen dari luas wilayah.

Kawasan Hutan itu terdiri atas Kawasan Hutan Konservasi seluas 1,625 juta hektare. Kawasan Hutan Lindung 1,351 juta hektare. Kawasan Hutan Produksi Tetap 7,055 juta hektare serta Kawasan Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi seluas 1,899 juta hektare.

Ada pula sekitar 2,5 juta hektare kawasan gambut, yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan tingkat ketebalan bervariasi.

--page

Mulai dari gambut dangkal dengan kedalaman 50 sampai 100 cm sampai pada kategori gambut sangat dalam yang memiliki kedalaman lebih dari 700 cm.

"Kawasan ini sangat rentan apabila terjadi perubahan tutupan lahan maupun perubahan tata air, yaitu berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau,” tuturnya. (HERMAWAN DP/B-11)