SAAT ini tim monitoring dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) masih melakukan peninjauan ke berbagai perpustakaan desa dan masyarakat di Kabupaten Kobar.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencari 8 perpustakaan desa dan masyarakat yang bakal menjadi peserta program perluasan pengembangan layanan perpustakaan.
Kepala KPAD Kobar Safwan menjelaskan, sejak dimulainya monitoring sekitar minggu pertama Januari ini, berbagai data dan permasalahan yang dihadapi perpustakaan desa dan masyarakat didapat langsung dari para pengurus perpustakaan tersebut.
“Hingga saat ini sudah ada 6 perpustakaan yang kami monitoring. Rencananya ada 8 perpustakaan yang tahun ini mendapat kesempatan mengikuti program perluasan perpustakaan,” jelasnya.
Delapan perpustakaan desa dan masyarakat yang bakal menjadi peserta pengembangan perpustakaan yaitu perpustakaan Kelurahan Baru, Desa Natai Raya, Desa Pasir Panjang , Desa Batu Belaman, Desa Sungai Melawen dan Desa Runtu. Sedangkan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat (TBM) yang bakal menjadi peserta yaitu TBM Sanggar Rakhmat Abah Desa Kumai Hilir dan TBM Al Kasutsar Desa Bumi Harjo.
“Dari hasil monitoring ini, permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh setiap perpustakaan desa dan masyarakat, ternyata hampir sama. Di antaranya masalah anggaran, ketidakmengertian petugas perpustakaan desa tentang fungsi dan tugas perpustakaan dan kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan di desanya.”
Kendala yang sama juga dihadapi oleh empat perpustakaan yang tahun lalu juga menjadi mitra kami untuk perluasan perpustakaan.
“Syukurlah empat perpustakaan yang menjadi mitra kami sudah mulai berkembang dan menjadi tempat kegiatan belajar masyarakat. Empat perpustakaan tersebut yaitu perpustakaan Desa Natai Baru, Desa Pangkalan Tiga Kelurahan Sidorejo dan Desa Sungai Kapitan.” (YD/B-7)


