PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palangka Raya menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Jumat 26 Agustus 2022.

Sosialisasi ini sebagai langkah awal untuk mensosialisasikan demokrasi yang baik serta meminimalisasi pelanggaran atas aturan dalam tahapan pemilu, guna menghadirkan pemilihan yang jujur, adil dan berkualitas.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati, Plt Kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya Fauzi Rahman, Camat Jekan Raya Sri Utomo, Perwakilan PWI Kota Kalteng Heronika, Forum Kerukunan Umat Beragama hingga media massa.

Endrawati mengatakan pelaksanaan sosialisasi tersebut merupakan implementasi dari UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum, dimana Bawaslu Kota Palangka Raya mengawalinya dengan memberikan sosialisasi kepada beberapa unsur kemasyarakatan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif.

"Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat bisa menyadari akan pentingnya menjaga perilaku serta awas terhadap perilaku yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi. Juga Bawaslu menekankan untuk mendorong pemilu yang berkualitas dan bermartabat," kata Endrawati.

Bawaslu tidak dapat menjalankan pengawasan secara optimal karena terbatas akan sumber daya, sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat untuk turut andil dalam melakukan pengawasan.

"Melalui forum ini, Bawaslu berharap dapat memberikan kesadaran dalam memberikan pengawasan guna mengawal proses demokrasi yang lebih baik. Dan meningkatkan peran masyarakat adalah langkah strategis sehingga kita bisa mendapatkan pemimpin yang amanah dan berkualitas," tukasnya.

Sementara itu Plt Kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya Fauzi Rahman turut mengapresiasi langkah sigap Bawaslu Kota dalam mengawali tahapan pemilu 2024 dengan melakukan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

--page

"Mengawasi jalannya proses pemilihan umum yang bersih dan bebas dari politik identitas, juga mengantisipasi adanya gesekan di dalam pelaksanaan pemilu saya rasa tak hanya peran pihak pelaksana dan pemerintah semata," ungkapnya

"Namun juga masyarakat. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, pelaksanaan rangkaian pemilu hingga tahun 2024 mendatang bisa berjalan aman, tertib dan lancar," pungkas Fauzi. (HENDRI/B-6)