DUA pasangan calon (paslon), Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB) dan Willy M Yoseph-Wahyudi K Anwar (Wibawa), akan ditentukan nasibnya pada hari pencoblosan Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng), 27 Januari mendatang. Namun, salah satu paslon, yaitu SOHIB, belakangan mendapat serangan kampanye hitam di berbagai daerah.


“Kampanye hitam tersebut berupa selebaran yang berisi fitnah. kami melaporkannya ke panitia pengawas pemilu (panwaslu),” kata Ketua Tim Kampanye SOHIB Kabupaten Kapuas, Ahmad Zahidi, Kamis (21/1/2016).


Selebaran yang di antaranya berbentuk buletin itu menulis judul “Pria Tersadis dari Pangkalan Bun ” dengan menampilkan gambar Sugianto Sabran.

Selebaran serupa beredar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya.  Ketua Panwaslu Kabupaten Kapuas, Iswahyudi Wibowo, berjanji akan bertindak atas laporan dari kubu paslon nomor 1 itu. “Kita akan tindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Kapuas, Iswahyudi Wibowo.

Akan diburu


Anggota DPRD Kalteng, Yansen A Binti, menilai selebaran tersebut dilakukan orang tak bertanggung jawab. “Kami akan memburu para pelakunya dan melapor ke Bawaslu,” kata Ketua Umum Gerakan Pemuda Dayak Kalteng dan Wakil Ketua Tim Kampanye SOHIB Tingkat Provinsi itu.


Ia menegaskan, setiap calon yang lolos verifikasi KPU sudah melalui seleksi yang sangat ketat. Sehingga, jika ada hal-hal yang dikatakan negatif, seperti isi kampanye hitam yang beredar, itu sangat dibuat-buat untuk menjatuhkan lawan politiknya.


“Sekali lagi saya minta, segera hentikan kampanye hitam itu. Masyarakat juga bisa menilai bahwa pihak yang menjelek-jelekkan orang lain itu adalah pemimpin yang tidak benar,” ucap Yansen. (PRO/SYA/B-1)