Beredarnya kampanye hitam atau black compaign dalam bentuk selebaran yangisinya menyerang Pasangan Calon Gubernur H Sugianto Sabran-Habib H Said Ismail(SOHIB) oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab di wilayah KecamatanSelat, Kabupaten Kapuas, sangat disayangkan oleh anggota DPRD Kalteng, Yansen ABinti. Sebab, kampanye hitam tersebut bisa menimbulkan persaingan tidak sehatantar dua pasangan Calon Gubernur Kalteng, dan juga para pendukungnya.
Karena itu, Yansen Binti yang jugaKetua Umum Gerakan Pemuda Dayak Kalteng ini, meminta para pelaku segeramenghentikan perbuatannya. Pihaknya juga akan mengusut dan mencari pelakunyasampai ketemu. Karena perbuatan tersebut dapat menyesatkan masyarakat.
“Kami dan petugas-petugas kami,akan memburu para pelaku penyebar kampanye hitam itu. Kita juga akan melaporkanke Bawaslu dan tidak tertutup kemungkinan akan kami laporkan ke pihak yangberwajib. Karena kampanye hitam itu sudah menyesatkan masyarakat, membuat opinitidak baik dan mencemarkan nama baik pasangan calon,” tegas Yansen yang jugaWakil Ketua Tim Kampanye Tingkat Provinsi untuk Pasangan H SugiantoSabran-Habib H Said Ismail (SOHIB), di Palangka Raya, Kamis (21/1).
Yansen Binti juga berharap agarPanwaslu Kabupaten Kapuas bisa proaktif mengantisipasi kejadian tersebut.Karena merupakan pembelajaran politik yang sangat tidak baik bagi masyarakat.Apalagi kampanye hitam itu menyerang pribadi Cagub Kalteng nomor 1, H SugiantoSabran.
Ditegaskan, setiap calon yanglolos verifikasi KPU dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sudah melaluiseleksi yang sangat ketat. Sehingga, jika ada hal-hal yang dikatakan negatif,seperti isi kampanye hitam yang beredar, adalah suatu hal yang dibuat-buat sajadan dibesar-besarkan oleh pelaku, untuk menjatuhkan lawan politiknya.
“Sekali lagi saya minta, segerahentikan kampanye hitam itu. Selama ini, kami memang sengaja tidak maumembalas. Tapi kami akan mengumpulkan bukti-buktinya dan melaporkan ke pihakyang berwajib,” ucap Yansen.
Kepada pihak yang menerima ataumelihat selebaran kampanye hitam tersebut, Yansen yakin masyarakat bisa menilaisendiri. Karena masyarakat kita sekarang ini sudah cerdas dan tidak akan mudahpercaya dengan isu-isu yang menjelek-jelekkan orang lain.
“Masyarakat bisa menilai sendiri,bahwa jika ada pemimpin yang menjelek-jelekkan orang lain, itu adalah pemimpinyang tidak benar. KPU sendiri sudah melarang adanya kampanye hitam. Jika adacalon yang ingin menang dengan cara-cara menjelek-jelekkan pesaingnya, ituadalah orang yang tidak kapabel dan tidak layak untuk dipilih,” tegas YansenBinti.(sya/P1)


