PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perhubungan (Dishub) Palangka Raya siap menghadapi proses hukum atas insiden yang terjadi di area parkir saat event UCI MTB Eliminator World Cup 2022.

"Kami sudah meminta maaf kepada AP selaku korban atas insiden itu, kalau beliau sudah melaporkan itu ke pihak berwajib maka kami siap hadapi proses hukumnya," kata Kadishub Palangka Raya, Alman P Pakpahan, Senin, 29 Agustus 2022.

Meski begitu, sanksi berupa teguran keras kepada pegawainya yang dituding melakukan kekerasan, sudah diberikan. Namun saat itu, pegawainya sedang melaksanakan tugas, sehingga tindakan yang dilakukan menjadi tanggung jawab pimpinan.

"Kepada pegawai, saya sudah berikan teguran keras, tapi bagaimanapun malam itu mereka sedang melaksanakan tugas untuk menyukseskan ajang internasional tersebut. Kami meminta maaf dan bertanggungjawab atas konsekuensinya," tegasnya.

Sementara itu, BBN selaku ASN Dishub mengungkapkan kronologi berbeda dari yang diceritakan AP. Menurutnya, malam kejadian itu, AP sempat beradu argumen dan melontarkan kata-kata yang menyulutkan emosi.

--page

"Tidak ada penganiayaan, karena saat insiden itu saya pun dihalangi dua personel. Tidak ada pemukulan seperti yang disampaikan, hanya saja tangan saya terkena wajah AP ketika saya meloncat ke arahnya. Posisinya saya yang dihalangi, bukan AP," sebutnya.

Awalnya, kata dia, AP sudah diberikan teguran secara humanis untuk memindahkan kendaraan dari lokasi parkir yang disterilkan. Namun bukannya mengikuti arahan, AP malah berargumen dengan nada bicara tinggi.

"Saya sempat didorong dua kali atau lebih sama AP ini, saya sudah mundur dan AP ditangani sama personel lain, saya sambil menggeser kendaraan lain sekitar 10 menit sudah di TKP itu. Lalu dia teriak sebut-sebut marga, dari situ saya lepas rompi dan peralatan Dishub langsung menuju arah AP," ungkapnya. (HENDRI/B-7)