PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengimbau masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan guna mencegah penularan cacar monyet atau monkeypox.

Dia mengatakan, berbeda dengan Covid-19 penularan penyakit ini terjadi melalui kontak fisik dengan penderita bukan melalui droplet. Pasalnya, penularan monkeypox dapat terjadi jika penderita sudah memiliki gejala.

"Harusnya kita bisa menghindari itu dengan lebih mudah. Itu dari sisi protokol kesehatannya, identifikasinya lebih mudah, cara menghindarinya juga jauh lebih mudah,” katanya, Senin 29 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, penyakit ini bisa menular kalau secara fisik sudah kelihatan bintik-bintik cacarnya dan cairannya. Cacar monyet juga memiliki tingkat fatalitas yang relatif rendah dibanding virus corona.

"Sekarang kita menunggu obat-obatan dan vaksinasi untuk penanganan dan pencegahan penyakit monkeypox. Kabarnya dari pusat vaksin sudah dipesan dan akan segera disalurkan," tuturnya.

--page


Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi adanya satu kasus positif cacar monyet pertama di Indonesia pada 20 Agustus 2022 lalu. Pasien berusia 27 tahun asal Jakarta tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. (HENDRI)