SEBANYAK 12 alat berat milik Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Alat Berat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar tidak layak beroperasi, karena usang.

Kepala UPTD Alat Berat Dinas PU Kobar Abdurrahman Rumoga, mengatakan, alat berat yang usang tersebut sedang dalam proses penghapusan aset, yang nantinya akan dilelang.


Banyaknya alat berat yang tidak layak tersebut membuat dirinya pesimistis tidak mampu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor alat berat.


Ia menyebut, pada 2015 lalu, target PAD alat berat Rp1,5 miliar dan terealisasi Rp1,59 miliar. “Sekarang tahun 2016 saya tidak bisa menargetkan lebih tinggi, malah semakin berkurang hanya Rp1,250 milliar, karena semua alat beratnya sudah cukup kedaluwarsa,” ungkapnya, Kamis (21/1/2016).


Menurutnya, hanya ada beberapa alat berat saja yang masih bagus. Di antaranya Baby Roller berat 600 Kg dan Ulbra Lory Roller berat 10,5 ton yang dibeli pada 2012. Alat berat lainnya dibeli di bawah 2012. Bahkan, ada yang dibeli pada 1997 dan belum dilelang. “Kami berharap Pemkab Kobar meningkatkan peralatan agar bisa mendatangkan PAD,” harapnya.           


Ia menjelaskan, UPTD Alat Berat melalui Dinas PU pada anggaran tahun 2015-2016 sudah mengajukan pembelian alat berat.

Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. “Harapan saya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah, semua alat berat harus diperbarui. Kalau alat berat baru pelanggan pun akan banyak dan PAD pun akan meningkat,” beber Abrurrahman.


Sebaliknya, jika bertahan dengan peralatan yang ada, maka PAD yang didapat pun tidak akan maksimal dan tidak bisa meningkat. Apalagi, ada yang tidak layak pakai.
(MW/B-2)