MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dalam menghadapi inflasi yang terjadi dikarenakan Pandemi Covid-19, ditambah lagi perang antara Rusia dan Ukraina mempengaruhi keadaan ekonomi global. Agar tidak terjadi inflasi yang tinggi seperti negara tetangga Srilanka, Pemerintah Pusat melaksanakan mitigasi krisis ekonomi melalui Rakernas Pengendalian Inflasi. 

Rakernas yang dipimpin Mendagri diikuti oleh seluruh Kepala Daerah baik Gubernur maupun Bupati/Walikota se-Indonesia beserta Forkopimda dan pejabat pendamping melalui virtual, Selasa 30 Agustus 2022.

Bupati Barito Utara yang diwakilkan Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra bersama Unsur FKPD, Sekretaris Daerah, Tim Pengendali Inflasi Daerah akan segera menindaklanjuti rakernas pengendalian inflasi di daerah. 

"Langkah yang tepat harus segera diambil oleh pemerintah daerah agar tidak terjadi kekacauan inflasi yang tidak terkendali," kata Sugianto menyampaikan pesan bupati.

Karena jika tidak di antisipasi inflasi ini maka akan mengganggu pemulihan ekonomi yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Barito Utara.

Sebelumnya Mendagri, Tito Karnavian krisis energi dan krisis pangan ditambah lagi Rusia merupakan pemasok energi dan pangan yang cukup besar, sehingga menyebabkan inflasi global. Pertumbuhan ekonomi indonesia 5,4 persen setelah recovery pandemi covid-19. 

--page

Sehingga kondisi ekonomi global mempengaruhi kondisi ekonomi di Indonesia. "Di daerah-daerah belum terasa karena Pemerintah Pusat melaksanakan Subsidi dari 152 Triliun di awal tahun sekarang menjadi 500 Triliun," kata Tito.

Sementara Kepala BPS, Margo Yuwono menyampaikan yang perlu diwaspadai Pemerintah Pusat dan daerah adalah inflasi bahan makanan yang diakibatkan kenaikan BBM sehingga mempengaruhi biaya transportasi. Kenaikan BBM dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk menyehatkan APBN. (RAMADHANI/B-11)