BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala Puskesmas Tampang Tumbang Anjir Nevie Ervina menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen tenaga kesehatan dan staf yang ada di puskesmasnya sudah suntik vaksin booster kedua.
"Dari 60 staf di puskesmas Tampang Tumbang Anjir, sudah 50 persen dari kami yang ikut vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua," ujarnya pada Rabu, 31 Agustus 2022.
Lebih lanjut dijelaskan, masih ada sebagian yang belum suntik vaksin booster kedua lantaran ada di antara mereka yang sedang berkegiatan di lapangan. Oleh karena itu, sebagian nakes dan staf menunda suntik vaksin booster kedua mereka.
Setelah selesai kegiatan di lapangan, Nevie imbau agar mereka segera ikut vaksinasi Covid-19 dosis keempat ini. Sehingga diharapkan puskesmas Tampang Tumbang Anjir nakesnya segera 100 persen sudah vaksin booster kedua dan lebih nyaman ketika bertugas, bertemu pasien.
Nevie melanjutkan, dirinya juga sudah suntik vaksin booster kedua pada Sabtu 27 Agustus 2022. Dia mengatakan, tidak ada efek samping yang mengkhawatirkan, Nevie mengaku hanya merasa mengantuk sedangkan rekan nakes lain yang sudah vaksin booster kedua ada yang merasakan pegal di daerah bekas suntikan atau mengalami demam.
--page
"Demam merupakan salah satu efek samping yang biasa dirasakan Setelah vaksinasi. Setelah minum obat pereda demam, tidak lama setelahnya efek samping dari suntik vaksin booster kedua tersebut sudah mereda," tukasnya.
Kepala Puskesmas Tampang Tumbang Anjir tersebut mengajak para nakes lainnya untuk segera ikut vaksinasi booster kedua. Sehingga capaian vaksinasi Covid-19 khususnya di Kabupaten Gunung Mas bisa meningkat
"Selain itu, kekebalan tubuh bagi nakes pun meningkat karena mereka adalah garda terdepan penanganan kasus covid-19 ini dan semoga tidak ada lagi kasus-kaaus baru lagi untuk covid 19 di Kabupaten Gunung Mas," tandasnya.
Dia tidak lupa mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Gunung Mas untuk terus menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak. (RISKA YULYANA/B-5)









