BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun kasus tawuran antar siswa setingkat Sekolah Menengah Atas di Pangkalan Bun, Rabu, 31 Agustus 2022 di kawasan Sampuraga Baru Kelurahan Madurejo, Kotawaringin Barat (Kobar) sudah diselesaikan secara damai, ternyata insiden tawuran tersebut hampir berlanjut keesokan harinya, Kamis, 1 September 2022 sekitar pukul 11.00.
Pasalnya sekelompok remaja yang diduga berasal dari sekolah lawan tawuran, kembali berupaya memancing keributan dengan melemparkan batu dan menggeber motornya didepan sekolah lawannya.
Untunglah, tawuran susulan tidak sempat terjadi, lantaran saat itu siswa sekolah yang didatangi sekelompok remaja tersebut masih berada dalam kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Selain itu guru sekolah yang didatangi oleh sekelompok remaja tersebut juga segera menghubungi Polsek Arut Selatan (Arsel) agar bisa melakukan pengamanan, mencegah terjadinya tawuran susulan.
Selain melakukan penjagaan saat para siswa pilulang sekolah, anggota Kepolisian juga memberikan arahan pada siswa untuk tidak melakukan tawuran lagi.
--page
Kapolsek Arsel Komisaris Polisi (Kompol) Syaiful Anwar usai memberikan pengarahan menjelaskan apa saja yang disampaikannya pada para siswa.
"Tadi saya dapat penjelasan dari para guru, siswa yang ikut tawuran dan membawa senjata tajam, hari ini sudah dikembalikan pada orang tuanya. Karena siswa tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan sekolah yaitu berkelahi dan membawa senjata tajam. Pihak sekolah juga siap memfasilitasi surat-surat atau administrasi yang diperlukan bila orang tua siswa tersebut bermaksud pindah ke sekolah lain," jelas Kapolsek.
Menurut Kapolsek, lantaran masih berstatus anak dibawah umur, siswa pelaku tawuran yang membawa senjata tajam tadi, masih diberikan keringanan untuk tidak diproses hukum lanjutan.
"Sementara ini yang bersangkutan hanya diberikan pembinaan. Namun bila yang bersangkutan, kembali melakukan ulah atau memprovokasi rekan-rekannya untuk tawuran lagi, maka bisa saja tindakan hukum akan diambil," jelas Kapolsek.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, tawuran ini terjadi akibat saling ejek di lapangan dan media sosial pasca pertandingan futsal.
--page
Perang ejekan tersebut ternyata membuat kedua belah pihak menjadi terpancing emosi hingga perkelahian antar kelompok siswa dari dua sekolah tersebut terjadi. (WAHYU KRIDA/B-5)









