PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Buntok – Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP beragama Nasrani di Rutan Kelas IIB Buntok mengikuti kegiatan kerohanian, Kamis, 1 September 2022.

Kegiatan kerohanian tersebut rutin dilakukan setiap hari Kamis. Adapun pelayanan kerohanian dilaksanakan lingkungan dua GKE Maranatha Buntok.

Sebelum melaksanakan ibadah kerohanian, GKE Maranatha Buntok menyerahkan bantuan gitar dari keluarga Arayantoni yang juga sebagai penatua diakon lingkungan dua.

“Bantuan gitar ini tidak seberapa namun berguna bagi warga binaan untuk beribadah khususnya dalam memuji dan memuliakan Tuhan,” kata Arayantoni.

Ia mengatakan, pelayanan dilaksanakan di Rutan Buntok ini tidak hanya oleh lingkungan dua maranatha, namun juga lingkungan satu dan empat. Bahwa sebagai umat nasrani khususnya GKE Maranatha, lanjut dia, pelayanan ini rutin dilakukan.

--page

“Saya beserta keluarga mengucapkan terima kasih karena terus bisa melayani dan berbagi dengan sesama. Karena berbagi merupakan berkat dari Tuhan,” ucap dia.

Kemudian, ibadah pada sesi ibadah dipimpin pendeta Elia Putrianty diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan dengan khidmat. Dalam khotbahnya, pendeta menyampaikan bahwa semua orang pernah jatuh bangun dalam hidupnya.

Seperti Yusuf merupakan anak kesayangan (Kej.37), setelah dijual oleh saudara-saudaranya dia harus menjadi budak di rumah Potifar tetapi Tuhan menyertai Yusuf sehingga semua pekerjaan berhasil dilaksanakan.

Bahkan Potifar percaya penuh sampai rumah dan segala miliknya dipercayakan kepada Yusuf (2-6). Tapi tidak semua berjalan mulus, istri Potifar yang genit merayu, namun selalu ditolak Yusuf, hingga memfitnahnya sampai masuk penjara.

“Artinya kita manusia pernah jatuh bangun dalam mengarungi kehidupan. Meski jatuh kita harus tetap bangkit. Dimana pun kita harus tetap semangat menjalani kehidupan ini dan tetap percaya bahwa Tuhan menyertai kita,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B -7)