TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pjs Direktur PDAM Kabupaten Barito Timur, Bunyamin menanggapi positif keluhan masyarakat melalui media sosial terkait gangguan distribusi air ke pelanggan. Dia pun menjelaskan penyebab gangguan tersebut.

"Untuk IKK (Intalasi Kota Kecamatan) Jaar yang melayani pelanggan di Desa Jaar dan Desa Matabu, mesin intake berkapasitas 7,5 lite detik mengalami kerusakan. Ini sudah tiga kali mengalami kerusakan dan tidak bisa diperbaiki lagi karena suku cadangnya kita tidak punya," ungkap Bunyamin.

Pihaknya sempat mencoba memasang suku cadang bekas namun hanya bertahan seminggu dan rusak lagi.

"Jadi hingga saat ini kami belum mendapatkan alat pengganti untuk intake yang rusak di IKK Jaar, karena kalau diupayakan untuk diperbaiki lagi intake yang lama sudah tidak memungkinkan. Sore ini, kami meminjam intake dari IKK Dayu untuk dipasang sementara di IKK Jaar," lanjutnya.

Pria yang menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Barito Timur ini memberikan estimasi waktu sekitar dua hari untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut. Menurutnya, distribusi air dari IKK Jaar tetap mengalir namun karena intake yang berfungsi memiliki kapasitas kecil sehingga tidak dapat menjangkau seluruh pelanggan yang jauh.

--page

"Dalam kondisi normal distribusi air dari IKK Jaar pada pukul 05.00 sampai pukul 11.00 ke arah Desa Matabu sedangkan pukul 11.00 ke atas ke arah Desa Jaar," paparnya.

Selain masalah intake yang rusak, reservoar atau bak penampung air yang dimiliki IKK Jaar terlalu kecil untuk melayani pelanggan yang banyak di Desa Jaar dan Matabu.

"Ukuran reservoir yang ada saat ini 2,5 x 3 meter, dengan ketinggian sekitar 1 sampai 2 meter, ini sangat kecil untuk melayani Desa Jaar dan Matabu yang pelanggannya banyak," jelas Bunyamin.

Dia membandingkan dengan IKK Bentot yang hanya memiliki pelanggan sekitar 200 keluarga, namun reservoarnya berukuran cukup besar yakni 9 x 12 meter dengan ketinggian 2,2 meter.

"Kami akan berusaha membangun reservoar yang baru, mudah-mudahan minggu depan bisa terbangun sesuai dengan ketersediaan anggaran, mungkin bisa ukuran 4 x 6 meter, nanti akan dikoneksikan juga dengan reservoar yang lama," jelasnya.

Sedangkan terkait air yang tidak mengalir di sekitar Jalan 45 Kelurahan Tamiang Layang, Bunyamin mengaku mendapatkan laporan dari bagian teknik bahwa ada sambungan pipa yang putus dan saat ini sedang ditangani.

"Untuk saat ini dengan segala keterbatasan kami belum bisa membenahi secara keseluruhan permasalahan di PDAM namun khususnya untuk IKK Jaar akan ditangani secara bertahap masalah reservoarnya," tandas Bunyamin. (BOLE MALO/B-7)