Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal segera membayar tunggakan honor anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas).
“Honor para penyelenggara ke bawah akan segera kami bayar karena dananya sudah ditransfer oleh KPU provinsi yang jumlahnya Rp5,8 miliar lebih,” ungkap Ketua KPU M Sahlin saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Jumat (22/1/2016).
Ia melanjutkan rincian tunggakan honor penyelenggara pemilu antara lain honor PPK nunggak dua bulan, PPS satu bulan, KPPS satu bulan dan anggota Linmas yang berjaga di masing-masing TPS juga masih tertunggak.
“Dengan ditransfernya anggaran oleh KPU provinsi maka tunggakan-tunggakan itu akan langsung dilunasi,” tegas dia.
Sahlin mengaku optimis pelaksanaan Pilgub Kalteng yang digelar 27 Januari mendatang bakal berjalan dengan baik. Meski KPU mengakui kucuran anggaran Pilgub kali ini minim.
“Secara umum, kami sudah siap melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng. Logistik juga telah diperiksa dan tidak ada masalah. Sehingga sudah siap didistribusikan mulai H-3 pemungutan suara nanti,” cetus dia.
Selain itu, lanjut dia, soal rendahnya tingkat partisipasi pemilih masih menjadi momok KPU Kotim. Pihaknya bakal berusaha keras agar tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Kalteng ini meningkat dibandingkan dengan Pilbup Kotim 9 Desember 2015 lalu.
“Meski anggaran sosialisasi hanya Rp10 juta. Kami sudah berkoordinasi dengan penjabat bupati untuk membantu KPU. Nanti kita akan rapat koordinasi dalam minggu ini dengan mengundang kepala desa, camat, PPK, PPS dan pihak terkait lainnya,” kata dia. (FI/B-8)


