PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 melalui testing, tracing dan treatment (3T) di setiap kabupaten dan kota harus lebih ditingkatkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalteng, Riza Syahputra, mengatakan pemeriksaan atau testing sangat penting karena akan mempengaruhi persentase positivity rate di suatu daerah.

Namun diakuinya yang terjadi dilapangan saat ini, pelaksanaan testing justru mengalami penurunan. “Saat ini pemeriksaan baik tes antigen maupun PCR mengalami penurunan. Bahkan ada kabupaten yang dalam seminggu hanya melakukan pemeriksaan Covid-19 sebanyak 26 kali,” katanya.

Riza mengatakan stok peralatan antigen di kabupaten/kota masih cukup banyak. Untuk itu sangat diharapkan agar peralatan yang tersedia dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh pemerintah.

“Kami akan koordinasi dengan Dinkes setempat serta sarana kesehatan lainnya dan meminta supaya 3T tetap dijalankan bahkan ditingkatkan,” pungkasnya.

Dinkes Kalteng kembali mengimbau masyarakat untuk semakin mematuhi protokol kesehatan minimal memakai masker dan mencuci tangan sebagai proteksi diri terhadap penularan penyakit, khususnya Covid-19.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kamis 1 September 2022 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 23 kasus.

--page

Penambahan ini di antaranya Kotawaringin Timur enam kasus, Palangka Raya empat kasus, Kapuas tiga, Gunung Mas tiga kasus, Barito Timur dua kasus, serta Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Sukamara, Pulang Pisau, dan Seruyan masing-masing satu kasus. (HERMAWAN DP/B-6)