BORNEONEWS, Palangka Raya - Meskipun banyak anggapan bahwa Covid-19 varian Omicron tidak lebih berbahaya dibandingkan varian sebelumnya, yakni varian Delta. Masyarakat diharapkan untuk tidak menyepelekan hal tersebut.
Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Yayu Indriaty mengatakan Covid-19 varian Omicron memang tidak menyerang pernapasan seperti halnya varian Delta.
Kebanyakan pasien yang positif Covid-19 menunjukkan gejala ringan seperti pusing, batuk, pilek, dan letih. Kejadian Covid-19 yang berdampak ke paru-paru hanya terjadi pada pasien dengan komorbid di sistem pernafasan.
“Kita semua punya anggota keluarga yang rentan di rumah yang tidak bisa mendapatkan vaksin seperti anak bayi dan orang tua yang rentan. Intinya, anggota keluarga yang mempunyai imunitas yang rendah itu harus jadi perhatian kita semua. Jadi jangan menyepelekan Covid-19,” ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kamis 1 September 2022 secara kumulatif, total kasus konfirmasi Covid-19 berjumlah 59.075 kasus, pasien sembuh 57.065 orang, dan pasien meninggal dunia 1.711 orang.
Untuk kasus aktif yang dirawat dirumah sakit ada 48 orang dan yang isolasi mandiri ada 251 orang. Jika berdasarkan persentase, maka persentase kesembuhan 96,60 persen, dalam perawatan 0,51 persen, dan meninggal 2,90 persen. (HERMAWAN DP/B-6)









