HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) selama beberapa hari terakhir, menyebabkan Sungai Kahayan meluap. Arus air juga menjadi lebih deras dari biasanya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, pengusaha jasa fery penyeberangan Kapakat di Kota Kuala Kurun memutuskan berhenti beroperasi.
Bila dihitung hingga Jumat (22/1/2016), berarti sudah empat hari Fery Kapakat tidak menjalankan tugasnya.
Padahal keberadaan fery itu sangat membantu masyarakat yang hendak menyeberang ke Kuala Kurun seberang.
Motoris Fery Kapakat, Legino, 30, mengatakan, meluapnya Sungai Kahayan menyebabkan jembatan penghubung antara kapal fery dan badan jalan terendam air setinggi sekitar 1 meter. Sehingga tidak bisa dilintasi.
“Jika jembatan penghubungnya tenggelam, kendaraan tidak bisa naik ke atas fery penyeberangan. Sebab kedalamannya mencapai 1 meter,” kata dia.
Bila tetap dipaksakan akan beresiko bagi penumpang dan kendaraan.
Sementara itu, Kepala BPBD Gumas M Rusdi, menuturkan bahwa berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG Kalteng, intensitas hujan di wilayah Gunung Mas cukup tinggi selama Januari hingga Maret 2016.
“Untuk itu masyarakat harus waspada terhadap banjir. Mengingat di wilayah Kecamatan Rungan Hulu selama beberapa hari terakhir telah dilanda banjir. Bahkan banjir sudah menggenangi halaman rumah masyarakat. Itu terus kita pantau,” ucapnya. (EP/B-3)


