PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menyampaikan dalam menerapkan strategi 4K dilakukan mitigasi.

Mitigasi ini terkait dampak kebijakan likuiditas global dan peningkatan harga komoditas dunia terhadap inflasi dan daya beli masyarakat untuk menjaga keterjangkauan harga.

Kemudian menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0 sampai 5,0 persen dengan menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Ditambah lagi dengan memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi untuk menjaga kelancaran distribusi

“Serta memperkuat sinergi komunikasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat,” terangnya seperti dikutip dari MMC Kalteng, Kamis malam, 1 September 2022.

Disampaikannya Gubernur Kalteng telah menyampaikan kebijakan melalui langkah-langkah yang diambil, pertama dengan melaksanakan Rakor TPID se-Provinsi Kalteng untuk melakukan intervensi terhadap beberapa bahan kebutuhan pokok terutama untuk pangan.

--page

“Kita bisa bekerja keras bersama dengan seluruh stakeholders terkait untuk menekan inflasi di Kalteng dan bisa berlangsung dengan baik di lapangannya,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-6)