ANGGOTA Brimob da­ri Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan ba­­kal digeser ke Bu­mi Tambun Bungai untuk mem­­bantu Polda Kalteng me­­ngamankan jalannya pemi­lih­an gubernur dan wakil susul­an yang akan digelar pada Ra­­bu, 27 Januari 2016.


Karo Ops Polda Kalteng Kom­bes Pol Ismail Bafadal me­ngatakan, jumlah anggo­ta Brimob Polda Kalsel yang akan di­perbantukan ke Kalteng se­banyak satu Satuan Seting­kat Kompi (SSK) atau 100 per­sonel.


“Kita akan diperkuat satu SSK Brimob dari Kalsel. Pe­nem­patan akan diatur kemu­di­an,” kata Kombes Ismail saat ditemui di Polda Kalteng, Jumat (22/1/2016).


Bantuan itu, sambungnya, di­berikan bukan atas permin­ta­an Polda Kalteng, melainkan sebagai bentuk dukung da­ri Polda Kalsel demi terjaga­nya keamanan dan tertiban ma­syarakat.


“Mabes Polri juga memper­tim­bangkan itu untuk membe­rik­an dukungan. Demikian ju­ga dengan Polda Kalteng yang mempertimbangkan ke­mungkinan meningkatnya su­hu politik dan memanasnya si­tuasi di tengah masyarakat ser­ta mengantisipasi kemung­kin­an adanya gangguan. Jadi men­coba bersikap mendahului kemungkinan itu sebelum ter­jadi,” ungkap dia lagi.


Komber Ismail melanjutkan, sebanyak 764 anggota Pol­da Kalteng yang merupa­kan gabungan dari Sabhara dan Brimob akan digeser ke ber­bagai wilayah di Bumi Tam­bun Bungai.


Pergeseran dilakukan sela­ma dua hari mulai Minggu (24/1/2016). Personel kepolisi­an tersebut akan membantu me­ngamankan tempat pemu­ngut­an suara (TPS).


Untuk total keseluruhan per­sonel Polda Kalteng yang di­turunkan mengamankan pe­mi­lihan gubernur dan wakil gu­bernur Kalteng sebanyak 4.744 orang.
Dari jumlah itu, 3.675 perso­nel akan ditempatkan di 5.755 TPS. Sedangkan sisanya bersia­ga di lokasi yang di­anggap rawan.


Menurut Ismail, tidak ada dae­rah tertentu yang dianggap paling rawan pada pesta de­mokrasi kali ini. Namun de­mikian, pihaknya tetap sia­ga satu untuk mengantisipa­si adanya gangguan dari orang tidak bertanggung jawab.


“Kita tetap siaga satu. Jadi ang­gota yang di TPS, maka ber­­­tugas di TPS. Dan personel Polri lain tetap siaga satu. Per­sonel polisi yang ada di la­pangan harus cepat tanggap atas informasi masyarakat,” sebutnya.


Sejauh ini belum terdeteksi ben­tuk ancaman yang dapat me­nimbulkan masalah. (B-3)