BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim Balap Bartim 21 21 MX menurunkan pembalap andalannya yakni Taufik Akbar, dalam Kejuaraan Nasional Grasstrack Region 4 Kalimantan Putaran 3 Kalteng yang digelar di Sirkuit Grasstrack Umpu Kakah Sejati, Bangi Wao Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, 3 - 4 September 2022.
Owner Bartim 21 MX, I Putu Widid Septiawan mengungkapkan, Taufik akan turun dalam 9 kelas pada kejuaraan yang berlangsung dua hari tersebut.
"Pada hari ini dia bermain di kelas bebek modif, sport 2 tak dan 4 tak, modif senior dan kelas 155 cc senior 4 tak," papar Widid saat diwawancarai di Paddock tim balapnya.
Meski Taufik berharap bisa menjadi juara umum dalam kejuaraan tersebut, namun Widid menegaskan bahwa Bartim 21 MX tidak memasang target bagi pembalapnya, karena sebagai tuan rumah Widid ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pembalap tamu.
"Kita berusaha memberikan yang terbaik buat tamu-tamu kita karena Taufik Akbar juga melanglang buana ke berbagai daerah untuk mengikuti kejuaraan, bahkan dia kadang disewa oleh tim balap besar dari daerah lain," ungkapnya.
--page
Widid berharap dengan adanya kejuaraan grasstrack tersebut dapat memicu kembali timbulnya bibit-bibit pembalap dari Barito timur sebagai penerus Taufik Akbar.
"Dulu ada Taufik, Rosian, UPI dan Feri, itu generasi emas mereka luar biasa dan nama mereka dikenal di mana-mana tapi sekarang tidak ada bibit penerusnya, karena itu saya berharap dengan adanya kejuaraan ini pemerintah maupun swasta bisa mendorong lahirnya bibit-bibit pembalap yang baru," kata Widid.
Sebagai pengusaha muda Barito Timur dia sendiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembinaan bibit-bibit pembalap dari Barito Timur.
"Bartim 21 MX siap untuk membina pembalap-pembalap muda, dan saya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah maupun pihak swasta yang telah mendukung kegiatan ini, mudah-mudahan kejuaraan seperti ini di laksanakan secara rutin sehingga muncul bibit-bibit baru di Barito Timur," tandasnya.
Taufik Akbar yang diwawancarai usai balapan mengatakan, dia tidak mengalami kendala apapun pada hari pertama kejuaraan tersebut.
"Tidak ada kesulitan karena saya sudah mengenal sirkuit ini, sering latihan di sini, paling gangguan debu aja. Kalau persaingan seru aja karena banyak pembalap dari luar daerah seperti Jawa dan luar Kalimantan Tengah," ujarnya.
Pembalap PON XX Papua yang mewakili Kalimantan Tengah ini berharap pemerintah daerah terus mendukung pembalap pembalap lokal serta mengajak generasi muda yang berminat pada dunia balap motor untuk ikut ambil bagian.
"Yang hobi balapan silakan kita sama-sama latihan di sirkuit aja, dari pada balapan di jalan umum dan membahayakan orang lain," pesannya. (BOLE MALO/B-7)









