PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah dilaksanakan pelatihan selama dua hari, akhirnya Gula Merah Sawit yang dibuat di lokasi Kelompok Tani Bahagia, Desa Pangkalan Satu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, berhasil diolah menjadi gula merah siap konsumsi, Sabtu, 3 September 2022.

Kegiatan pelatihan pembuatan gula merah yang berasal dari Nira Sawit yang diniisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kobar ini, bekerja sama dengan perusahaan nasional Unilever. Untuk itu, DPMD Kobar berharap, bahan baku gula merah sawit yang ada di Kobar ini, spesifikasinya masuk dalam kriteria yang diminta oleh pihak perusahaan Unilever.

"Pelatihan hari ini gula merahnya sudah jadi, dan selanjutnya akan dibawa ke laboratorium, untuk di cek kandungan dan standar PH nya, serta beberapa standar lainnya oleh pihak Unilever. Dan kalau sudah sesuai standarnya, selanjutnya kita akan jalin MOU/kontrak dengan Unilever," kata Kepala DPMD Kobar Yudhi Hudaya.

Disampaikannya, bahwa dalam pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan kepala desa, pengurus BUMDesa, koperasi dan sejumlah petani sawit mandiri. Mereka belajar tata cara pengambilan nira kelapa sawit, hingga diolah menjadi gula siap konsumsi.

Dalam hal ini, Yudhi Hudaya mengungkapkan bahwa untuk Provinsi Kalimantan Tengah, Kobar menjadi satu-satunya kabupaten yang mulai menggeluti produk turunan kelapa sawit berupa gula merah, sebagai sektor usaha yang menjanjikan.

--page

"Ini adalah tahap awal untuk bisa kerjasama memasok gula merah ke Unilever. Karena kami melihat potensinya yang cukup besar, dimana Unilever ini memerlukan gula merah yang mencapai 2.100 ton per minggu," ungkapnya.

Selanjutnya, apabila produk gula merah sawit ini sesuai spesifikasi dari Unilever, maka pihaknya akan mengembangkannya dan kerjasama bakal dilakukan ke sejumlah desa, BUMDesa dan koperasi yang ada di Kobar.

"Di Kobar ini ada ribuan hektar lahan yang akan direplanting. Karena yang kita ambil dari limbah batang replanting, bukan yang produktif. Maka peluang ini harus kita diambil oleh petani sawit maupun pemerintah desa. Jadi, hal ini merupakan bukti keseriusan DMPD mendorong gula merah sawit menjadi komoditas unggulan daerah," sebutnya. (DANANG/B-7)