Kepala Dinas Pertanian KalimantanSelatan Fathurahman mengatakan, provinsi setempat mengalami surplus berasmencapai 757.527 ton selama tahun 2015 hingga melebihi kebutuhan.

"Terjadi surplus beras sebanyak 757.527 ton sehingga Kalsel mampu memenuhikebutuhan sendiri dan surplusnya masih tersedia di masyarakat," ujarnya,di Banjarbaru, Sabtu.

Jenis beras lokal yang dikonsumsi adalah Siam Unus dan lebih dikenal masyarakatBanjar dengan sebutan beras Unus hanyar (baru) dan beras Unus usang atau sudahlama dipanen.

Ia mengatakan, produksi Gabah Kering Giling (GKG) dari seluruh daerah Kalselbulan September - Desember 2015 sebesar 2,15 juta ton.

Disebutkannya, penggunaan GKG mencapai 157.292 ton dan GKG yang diolah menjadiberas sebanyak 1,99 juta ton dan ketersediaan beras dalam daerah 1,25 juta ton.

Kemudian, penggunaan beras untuk non pangan sebanyak 41.730 ton dan jumlahberas yang tersedia mencapai 1,21 juta ton dengan konsumsi 453.906 ton.

"Jumlah penduduk Kalsel sebanyak 3.981.632 orang dengan asumsi kebutuhanmencapai 114 kilogram per kapita per tahun sehingga diperoleh konsumsi 543.906ton," ucapnya.

Selanjutnya, kebutuhan beras di Kalsel diasumsikan sebanyak 495.636 ton berasaldari konsumsi sebesar 453.906 ton ditambah penggunaan beras non pangan 41.730ton.

"Surplus beras sebanyak 757.527 ton diperoleh dari jumlah ketersediaanatau produksi beras dalam daerah 1,25 juta ton dikurangi kebutuhan berasmencapai 495.636 ton," ujarnya.

Menurut dia, surplus beras yang jumlahnya melampaui kebutuhan itu sebagianberada di tangan petani, pedagang pasar, gudang penggilingan hingga disimpanBulog.

"Kami hanya mendata kebutuhan masyarakat dan produksi beras petani. Soalsurplus berasnya ada di mana dan dikemanakan merupakan kewenangan instansilain," katanya.
(ant/*)