ANGGOTA DPRD Seruyan Bejo Riyanto menyesalkan digelarnya pertemuan bertajuk Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah dalam Pengelolaan Keuangan Desa, bertempat di di Aula Jaya Tingang Palangka Raya, Jumat (22/1) lalu karena berlangsung tertutup.
Diungkapkan Bejo, pihaknya tidak menerima adanya surat pemberitahuan ataupun undangan hadir dalam kegiatan itu.
Kegiatan itu hanya dihadiri petinggi PDIP saja. Hingga dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan kepala desa se-Kalteng turut hadir anggota Fraksi PDIP DPR yakni Budiman Sudjatmiko dan Rahman nasution Hamka.
“Kami sangat menyayangkan sekaligus memprotes terhadap kegiatan yang telah digelar itu, karena kental diselubungi tujuan politik. Karena kegiatan itu sifatnya terkesan mengarahkan ke satu pasangan calon gubernur yang diusung PDIP,” kata Bejo di Kuala Pembuang, Minggu (24/1).
Bejo bahkan mencari informasi ke Sekretariat Dewan (Setwan) setempat, apakah ada mendapatkan surat perihal kegiatan yang dihadiri oleh ratusan kepala desa yang dimaksud. Namun setelah ditanyakan, ternyata tidak ada.
“Saya koordinasikan ke anggota DPRD yang lain, mereka mengaku juga tidak mengetahui perihal kegiatan yang dihadiri kepala desa se-Kalteng tersebut.
Terlebih soal surat yang saya tanyakan ke pihak setwan. Ini sama saja artinya, kegiatan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sampai wartawan dilarang meliput. Nah, ini ada apa” Tanya Bejo heran.
Seharusnya, lanjut Bejo, kegiatan yang melibatkan kepala desa se-Kalteng, DPRD Seruyan paling tidak ada pemberitahuan melalui surat.
“Sudah ada prosedur dan aturannya. Karena DPRD bukan milik PDIP semata,” cetusnya.(PN/B-11)


