SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 8 desa dari 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilanda banjir. Meskipun saat ini status daerah masih siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Ada 3 kecamatan yang dilanda banjir saat ini, namun rata-rata masih aman," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel, Senin, 5 September 2022. 

Di Kecamatan Tualan Hulu ada 3 desa yang dilanda banjir yakni, Desa Luwuk Sampu, Desa Merah, dan Desa Tumbang Mujam. Ketinggian air masih dalam konfirmasi kepada pihak pemerintahan desa. 

Selanjutnya, di Kecamatan Parenggean ada  2 desa, yakni Desa Mekar Jaya, dan Desa Karya Bersama. Sedangkan di Tualan Hulu ada 3 desa, dengan ketinggian air mencapai 15 hingga 20 sentimeter. 

"Sebenarnya di Kecamatan Mentaya Hulu juga dilanda banjir, namun masih di permukaan jalan denhan ketinggian juga 15 hingga 20 sentimeter," kata Rihel. 

--page

Dirinya mengkonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada rumah warga yang digenangi air. Kecuali yang di Jalan Poros Parenggean KM 12 yang terjadi pada Minggu 4 September 2022 kemaren. Ada sekitar 6 buah rumah yang terendam, namun saat ini sudah surut. 

"Di Jalan Poros Parenggean kemaren, banjir hanya lewat saja dan berlangsung singkat. Karena saat ini sudah surut," terang Rihel. 

Selain 3 kecamatan tersebut, 2 kecamatan di dalam kota yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang juga mengalami banjir, karena hujan deras yang melanda Kota Sampit dalam beberapa jam pada Minggu 4 September 2022.

Saat ini, pihaknya terus memantau debit air dan kondisi cuaca. Dia juga secara langsung memastikan dengan menghubungi setiap desa yang berada di wilayah rawan banjir. 

Pihaknya berharap cuaca membaik sehingga ketinggian air tidak bertambah. Dikhawatirkan, jika hujan masih turun dengan intensitas tinggi maka debit air akan meningkat dan banjir lebih parah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)