PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah hampir setengah jam lebih berorasi di depan gedung DPRD Kalteng, akhirnya Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno menemui para mahasiswa se-Palangka Raya yang menggelar aksi penolakan BBM. 

Wiyatno yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kalteng, Jimmy Carter, Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, HM Sriosako dan anggota DPRD lainnya, sempat menunggu lama untuk menanggapi tuntunan penolakan mahasiswa. Sebab, mahasiswa terlebih dahulu bergantian melakukan orasi.

Setelah orasi-orasi yang disampaikan mahasiswa tersebut usai, merekapun membaca tuntutan, salah satunya menolak kenaikan harga BBM. Mereka berharap, DPRD Kalteng bisa menindak lanjuti dan menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu, Wiyatno menjawab tuntutan mahasiswa. Ia mengatakan, akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Sebab, aksi unjuk rasa penolakan BBM ini tidak hanya digelar di Palangka Raya saja tapi di seluruh daerah di Indonesia.

"Aspirasi ini sudah kami serap dan pahami, dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke pemerintah pusat. Sebenarnya, kami DPRD juga menolak kenaikan BBM ini," kata Wiyatno, Senin, 5 September 2022.

--page

Tidak lupa Wiyatno mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah peduli akan dinamika yang terjadi saat ini. Karena memang, kenaikan BBM secara langsung juga akan berimbas terhadap kenaikan kebutuhan pokok masyarakat.

Setelah mendengarkan jawaban dari Ketua DPRD Kalteng itu, para mahasiswa pun membubarkan diri. Dalam aksi ini, tidak ada kericuhan yang terjadi, hanya saja ada aksi pembakaran ban yang dilakukan, namun tetap dalam kondisi aman dan konfusif. (DONNY D/B-7)