BORNEONEWS, Sampit - Akibat hujan deras yang melanda Sampit dalam beberapa hari terakhir, membuat perputaran uang dalam pelaksanaan Pekan Raya Sampit tidak maksimal. Bahkan jika dibandingkan dengan pelaksanaan Bazar UMKM Harati beberapa waktu lalu, sangatlah jauh.
"Dalam pelaksanaan 10 hari ini, perputaran uang di Pekan Raya Sampit hanya berkisar kurang lebih Rp 15 miliar," ujar Ketua Panitia Pekan Raya Sampit, Rahmat Noor, Senin 5 September 2022.
Pekan Raya Sampit sendiri telah resmi ditutup pada malam ini. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan sepakbola mini Stadion 29 Nopember tersebut diikuti sekitar 70 pelaku UMKM, dan 40 pedagang kaki lima.
Kegiatan kedua yang digagas oleh UMKM Harati tersebut diisi berbagai penjual kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, mainan anak, aksesoris, barang elektronik, jajanan kuliner, hingga berbagai wahana permainan dan adu ketangkasan.
Perputaran uang sendiri tidak hanya dihitung dari penghasilan para penyewa stand dan juga pedagang kaki lima. Namun secara keseluruhan yang ada dalam kegiatan tersebut.
"Jika pada Bazar UMKM Harati perputaran uang mencapai Rp 25 miliar, saat ini hanya sekitar Rp 15 miliar saja. Karena seringnya terjadi hujan yang membuat masyarakat urung datang ke Pekan Raya Sampit," kata Rahmat.
Dirinya juga menjelaskan bahwa di Pekan Raya Sampit dalam sehari bisa dikunjungi hingga 6.000 orang saat cuaca cerah. Namun saay hujan melanda, maka turun drastis.
--page
"Meski tidak sesuai harapan, kami tetap berharap kegiatan ini bisa membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomian daerah," harap Rahmat.
Sementara, Wahyu salah seorang pedagang mengatakan, penghasilan mereka tidak maksimal. Terutama saat hujan turun dalam 3 hari terakhir. Sehingga, pendapatan tidak seperti pada saat kegiatan Bazar UMKM Harati yang lalu.
"Hujan deras yang sangat terasa yakni pada 3 hari terakhir, karena sangat sedikit warga yang datang Pekan Raya Sampit ini," terang Wahyu. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









