KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur mulai mendistribusikan logistik untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah pada 27 Januari mendatang. Ratusan aparat kepolisian ikut mengawal pendistribusian logistik yang di antaranya kotak suara itu hingga sampai ke PPK dan TPS.


“Sesuai dengan rencana dan jadwal, hari ini (kemarin, Minggu 24/1/2016) distribusi logistik untuk lokasi terjauh atau daerah pemilihan lima wilayah Utara,” kata Ketua KPU Kotim, Sahlin, didampingi Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, dan Dandim 1015 Enda Mora Harahap seusai melepas logistik Pilgub di Stadion 29 Nopember Sampit, Minggu (24/1/2016).


Pendistribusian logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng berupa kotak suara dan alat kelengkapan tempat pemungutan suara (TPS) lainnya di Kabupaten Kotim, didahulukan di wilayah terjauh yakni daerah pemilihan lima, dengan medan tempuh yang terbilang sangat sulit.

Medan sulit


Daerah-daerah yang jauh dan medan sulit itu utamanya di daerah pemilihan lima (Dapil lima), terdiri dari Kecamatan Bukit Sentuai, Antang Kalang, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Telaga Antang dan Kecamatan Parenggean.


Wilayah utara merupakan medan tersulit, apalagi saat musim hujan seperti ini, jalan licin dan berkubang. Selain itu, ada beberapa desa yang tidak bisa dilalui dengan jalur darat sehingga harus dilewati dengan jalur sungai dan riam.


“Kalau kondisinya, sesuai medan, untuk Tualan Hulu agak lumayan jalannya. Tapi kita sudah antisipasi jalan-jalan itu, kemudian untuk Bukit Sentuai.

Sebagian nanti dari PPK ke PPS ada yang pakai transporasi air, begitu juga ke Antang Kalang. Terutama desa terjauh seperti Tumbang Gagu kemungkinan besok pagi (hari ini) mereka sudah meluncur ke Desa Tumbang Gagu. Itu diantara rute-rute yang dilewati melalui darat dan air. Mudah-mudahan cuaa mendukung sehingga tidak ada kendala,” kata Sahlin.


Ada enam truk yang yag digunakan untuk mengangkut logistik pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng itu. Masing-masing kecamatan menggunakan satu truk, dan dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap hingga sampai tujuan.


Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan mengatakan, aparat kepolsian akan melekat seiring bergeraknya kotak suara. Bahkan aparat kepolisian menggerakkan sepeda motor trail untuk menjangkau TPS dan desa terjauh dan sulit di dapat. (FI/B-7)