BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Evandi Juang menyayangkan pemerintah menaikkan harga BBM karena harga bahan pokok dan lainnya akan ikut melonjak.
Hal itu akan membuat masyarakat khususnya di Kabupaten Gunung Mas merasa terbebani dengan kondisi tersebut.
"Harapannya pemerintah jangan terburu-buru untuk menaikkan harga BBM karena kondisi ekonomi masyarakat Indonesia belum stabil," ujarnya.
Dia mengakui dana untuk subsidi BBM cukuplah besar dan menjadi pertimbangan, namun dengan kenaikan harga BBM ini dampaknya cukup besar kepada masyarakat karena hal itu berkaitan dengan kenaikan harga lainnya.
Evandi mengatakan Indonesia sedang kembali bangkit usai pandemi Covid-19 memengaruhi ekonomi masyarakat, ditambah lagi dengan dampak adanya konflik antara Ukraina dengan Rusia. Sehingga menurutnya janganlah pemerintah terburu-buru menaikkan harga BBM.
"Harusnya bersabar dulu, sebaiknya menunggu kondisi ekonomi masyarakat pulih baru kenaikan harga BBM bisa dilakukan secara bertahap," tukasnya. (RISKA YULYANA/B-6)









