PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya kasus penyimpangan seksual dan kasus kekerasan pada golongan anak-anak dan perempuan menjadi hal yang krusial sehingga patut untuk mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan pembahasan dan strategi dari Pemerintah serta unsur-unsur terkait lainnya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu.

Menurutnya dua hal tersebut bersifat krusial dan harus segera mendapat perhatian serius. Mengingat, kekerasan dan penyimpangan seksual dikalangan masyarakat sangat rentan terjadi.  Maka dari itu pihaknya akan melakukan pembahasan untuk mencari solusinya.

“Salah satu cara untuk mengantisipasi maraknya kasus tersebut, pemerintah berencana akan melakukan pertemuan yang terangkai dalam kegiatan diseminasi. Para guru dari berbagai entitas pendidikan akan dilibatkan untuk memberikan edukasi nantinya kepada orang tua,” katanya, Selasa 6 September 2022.

Dia juga mengatakan, dalam situasi dan kondisi pandemi yang tengah terjadi seperti saat ini aktivitas disekolah masih menitik beratkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pada kegiatan belajar mengajar.

--page

Hal ini, merupakan bentuk antisipasi dan kewaspadaan untuk menghindari terjadinya peningkatan kasus Covid-19, khususnya di Kota Palangka Raya.

“Kuncinya adalah partisipasi dan peran dari orang tua. Sebaiknya melakukan kerja sama dengan para guru dan masyarakat di lingkungannya untuk membimbing dan memantau segala aktivitas sang anak. Sehingga kita berharap mereka nantinya tidak berperilaku menyimpang,” pungkasnya. (HENDRI/B-6)