Ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya mulai berlubang di sejumlah titik. Kondisi itu diperparah dengan hujan yang terus mengguyur di jalanan tersebut.
Lubang-lubang di badan jalan akibat aspal terkelupas terisi dengan air dan menjadi genangan-genangan air. Kondisi itu membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan tersebut.
Menurut Ferri, seorang sopir travel rute Kuala Kurun-Palangka Raya mengatakan kerusakan ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya cukup parah terutama dua bulan terakhir. Lubang-lubang yang saat ini menjadi genangan air sangat menganggu kelancaran lalu lintas.
“Terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah, (kami) pengendara merasa terganggu (dengan lubang-lubang tersebut),” kata Ferri saat ditemui Borneonews di Kuala Kurun, Sabtu (23/1/2016).
Ia melanjutkan ruas yang paling banyak terdapat titik kerusakan yakni jalan antara Kecamatan Sepang sampai Kuala Kurun. Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) harus segera melakukan perbaikan.
“Hal itu untuk menunjang kelancaran arus transportasi penumpang dan barang dari Palangka Raya menuju wilayah Kabupaten Gunung Mas. Saat ini jalan penghubung (Kuala Kurun-Palangka Raya) itu merupakan satu-satunya akses jalan darat yang bisa dimanfaatkan warga untuk menuju Gunung Mas, jadi jangan sampai rusak parah,” cetus dia.
Ditemui terpisah, Yongki seorang pengendara sepeda motor mengatakan salah satu faktor yang mempercepat laju kerusakan ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya adalah kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas kekuatan jalan. “Itu harus menjadi perhatian serius pemerintah, jika memungkinkan, harus dibangun jembatan timbang untuk mengawasi muatan kendaraan,” kata Yongki.
(EP/B-8)


