BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan berdasarkan data yang pihaknya himpun frekuensi penerbangan di Kalteng selama bulan Juli 2022 lalu mengalami kenaikan dibanding bulan Juni 2022.
"Frekuensi penerbangan bulan Juli 2022 naik sebesar 4,16 persen dibanding bulan Juni 2022, yakni dari 1.105 penerbangan menjadi 1.151 penerbangan," kata Eko, Selasa, 6 September 2022.
"Frekuensi penerbangan selama Juli 2022 ini lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi penerbangan pada bulan yang sama tahun 2020 maupun tahun 2021," tambah Eko.
Dijelaskan, peningkatan frekuensi penerbangan pada bulan Juli 2022 dibanding Juni 2022 juga diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang. Jumlah penumpang mengalami peningkatan sebesar 5,92 persen, dari 97.709 orang pada Juni 2022 menjadi 103.492 orang di Juli 2022.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut berasal dari jumlah penumpang yang datang, naik sebesar 7,65 persen, sedangkan jumlah penumpang berangkat, naik sebesar 4,02 persen.
--page
Di sisi lain, untuk volume arus barang mengalami penurunan yaitu sebesar 1,71 persen. Penurunan terjadi berasal dari volume bongkar barang yang turun sebesar 3,08 persen, namun untuk volume muat barang naik sebesar 0,96 persen.
"Apabila dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan bulan Juli 2022 juga mengalami kenaikan sebesar 85,35 persen, yaitu dari 621 penerbangan menjadi 1.151 penerbangan," beber Eko.
Peningkatan frekuensi penerbangan ini juga diikuti oleh kenaikan jumlah penumpang yang naik sebesar 535,23 persen dan volume arus barang yang naik sebesar 15,19 persen.
"Kenaikan tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan pembatasan aktivitas perjalanan masyarakat dibanding dua tahun sebelumnya," terang Eko.
Selanjutnya, jika dilihat dari bandar udara yang digunakan, kenaikan jumlah penumpang angkutan udara di Kalteng selama Juli 2022 dibanding bulan sebelumnya berasal dari Bandara Iskandar Kotawaringin Barat yang naik sebesar 14,83 persen dari 31.588 orang menjadi 36.273 orang.
Kemudian, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya naik sebesar 3,29 persen dari 51.775 orang menjadi 53.478 orang. Sedangkan, jumlah penumpang di Bandara H Asan, Kotawaringin
Timur mengalami penurunan sebesar 6,20 persen dari 12.192 orang menjadi 11.436 orang.
Sementara itu, konsentrasi penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yaitu sebesar 51,67 persen, diikuti oleh Bandara Iskandar Kotawaringin Barat 35,05 persen dan Bandara H Asan Kotawaringin Timur 11,05 persen.
Sedangkan, untuk volume arus barang yang mencapai 1.206 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebesar 59,45 persen, Bandara Iskandar Kotawaringin Barat 29,02 persen, serta Bandara H Asan Kotawaringin Timur 10,45 persen. (DONNY D/B-5)









