PEMADAMAN listrik masih menghantui warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Hingga Minggu (24/1/2016) siang, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun masih mengalami defisit daya listrik sekitar 4 megawatt (mW).


Supervisor Teknik Jaringan PLN Rayon Pangkalan Bun, Suprapto mengungkapkan, kondisi listrik di Kobar belum menunjukkan perkembangan positif. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai belum dapat memaksimalkan operasi produksi dan supali daya ke PLN.


Salah satu unit pembangkit yang bermasalah di PLTU, belum juga normal. Sehingga PLTU Kumai hanya bisa beroperasi dengan satu turbin pembangkit saja.

“Untuk waktu perkiraan normalnya operasi di PLTU Kumai, belum ada kepastian. Katanya ada kerusakan di chain grid-nya dan masih didatangkan dari luar daerah,” kata Suprapto, Minggu (24/1/2016).


Selain permasalahan di PLTU PT EEI Kumai, lanjut Suprapto, operasional produksi di PLTU PT Korintiga Hutani (KTH) juga sedang bermasalah. Masalah operasional di PLTU PT KTH, bahkan mengakibatkan blackout atau padam total di jaringan listrik PLN, Sabtu (23/1) malam kemarin.

“Kalau yang tadi malam (23/1), yang pertama di KTH terjadi trip, disusul PLTU Kumai. Akhirnya sistem blackout. Untuk penyebab trip di kedua pembangkit itu, kami belum mengetahui.”


Menurut Suprapto, dengan kondisi listrik demikian, pemadaman listrik secara bergilir di Kobar masih memungkinkan terjadi di sejumlah wilayah di Kobar. Terutama terhadap pelanggan besar.


Seperti diberitakan sebelumnya, permasalahan operasi produksi daya listrik di PLTU PT EEI Kumai dan di PT KTH ini sudah berlangsung sejak Rabu (20/1/2016) lalu. (RD/B-2)