BUDIDAYA ikan keram­ba sungai sepertinya­ masih menjadi anda­l­an sebagian warga Kasongan, Kabupaten Kating­an.


Hal ini bukan karena terus mem­baiknya harga ikan ke­ramba, namun karena di­pengaruhi membaiknya ku­alitas air Sungai Katingan sa­at musim hujan.


Pemilik keramba di Kampu­n­g Banjar, Kelurahan Kasong­an Lama mengatakan saat ini ada ratusan keramba di tepi Su­ngai Katingan.


“Kelihatannya jumlah ke­ram­ba terus bertambah,” tu­tur Supiansyah, pemilik ke­ram­ba ikan di Kampung Ban­jar, Minggu (24/1/2016).


Dia mengaku jika keramba ikan selama ini menjadi an­dal­an bagi warga.


“Keramba ikan merupakan mata pencaharian bagi seba­gi­an besar warga Kampung Banjar,” sebutnya.


Supiansyah punya lima buah keramba yang semua­nya­ sudah terisi bibit patin dan nila yang berumur sebu­lan.


“Rencananya mau menam­bah dua keramba lagi untuk­ ikan mas, sebab ikan mas har­ga­nya lebih mahal dibanding ni­la dan patin,” katanya.


Bapak tiga anak ini berha­rap harga ikan keramba te­rus membaik hingga saat ke­ramba miliknya panen nanti.


“Masalahnya kalau pas kita pa­nen biasanya harganya an­jlok. Semoga saja saat keram­ba kita panen harganya seper­ti sekarang Rp40 ribu per ki­lo,” sebutnya.


Camat Katingan Hilir, Ardi­ansyah mengatakan jika jumlah keramba ikan di Kaso­ngan yang ada di pinggiran Sungai Katingan itu menca­pai­ 1.000 keramba lebih.


Selain dipasok untuk wila­yah Katingan seperti­ Pasar Ka­songan dan Kere­ng Pangi, sebagian ikan keramba hasil budidaya keramba Kasongan ini juga dipasok hingga ke Sampit, Kota Palangka Ra­ya­, Gunung Mas, Pulang­ Pi­sau, Kapuas, dan Kota Ban­jarma­sin. (B-6)