SERIAL Si Unyil yang digandrungi anak-anak Indonesia pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an akan kembali tayang di televisi pada Juli tahun ini.
Namun, Si Unyil kali ini tak tampil dalam bentuk boneka lagi, melainkan film animasi. Namun, belum diumumkan televisi mana yang akan menayangkan serial ini.
Direktur Utama Perum PFN, Shelvy Arifin mengatakan, PFN bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) sehingga bisa berkolaborsi menghasilkan gambar tiga dimensi.
“Teaser-nya baru mau kita rilis Februari ini. Kita lagi mematangkan kerja sama. Kita akan kolaborasi dengan beberapa studio lokal yang sudah disertifikasi oleh AINAKI. Jadi AINAKI sudah tahu kompetensinya.
Mereka bisa, makanya akan kita gandeng untuk produksi,” kata Shelvy dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, akhir pekan lalu.
Shelvy berharap, dengan kembalinya Si Unyil ke layar kaca, diharapkan dapat mengasah kreativitas anak bangsa. Sebab, serial ini dikerjakan seluruhnya oleh anak bangsa.
“Ini produksi teman-teman studio lokal. Animator semua orang Indonesia. Makanya kita bilang ini proyek nasional. Semua ini adalah hasil karya anak bangsa,” ujarnya.
(*/B-10)








