MASYARAKAT umum sebagian besar mengenal istilah Baptis atau Baptisan sebagai ritual inisiasi umat Nasrani yang melambangkan pembersihan dosa.
Namun ternyata, ritual serupa juga ada dalam kebudayaan Suku Dayak Ngaju.
Suku Dayak Ngaju atau disebut juga Biaju merupakan penduduk asli Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlah mereka saat ini diperkirakan mencapai 20% dari total penduduk Bumi Tambun Bungai.
Kembali keritual Baptis, pada masyarakat Dayak Ngaju, ritual serupa disebutkan Nahunan. Nahunan merupakan salah satu ritual besar. Sayang, belakangan ritual itu sudah cukup jarang dilakukan.
Ritual itu mirip dengan acara pembatisan atau permandian dalam agama Krsiten. Namun, untuk Suku Dayak Ngaju, ritual itu digelar untuk pengukuhan nama kepada seorang bayi.
Nahunan berarti anak yang sudah mulai bertambah usianya. Jadi biasanya ritual ini dilakukan pada bayi yang berusia di atas satu tahun, sebagai ungkapan syukur atas kondisi sehat ibu dan anak.
Dan juga dalam prosesi ini merupakan kesempatan membalas jasa kepada orang yang telah membantu proses persalinan.
Ada juga ritual yang yang disebut Balian Mampandui Awau. Balian berarti memandikan bayi. Ini merupakan ritual yang jauh lebih sakral dan mahal untuk upacara memberikan nama, karena waktu yang diperlukan cukup lama. Acara itu biasanya dilakukan oleh keluarga kaya. (**/B-3)








